PostHeaderIcon Administrasi Persekolahan di SMA Pasndan 7 Bandung

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Berdasarkan asas legal pengertian pendidikan ini disimak dari ketetapan Mejelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor II/MPR/1988 tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara . dalam GBHN tahun 1988 ini pendidikan dibataskan sebagai proses budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia. Pendidikan berlangsung seumur hidup dan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Karena itu pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah.

Dalam rangka mewujudkan pendidikan yang ditetapkan dalam GBHN tahun 1988 maka kita sebagai individu perlu meningkatkan sumber daya manusia. Dengan melakukan aktivitas-aktivitas untuk mencapai suatu tujuan, atau proses penyelenggaraan kerja untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan yaitu melalui pengetahuan administrasi.

Oleh karena itu kita sebagai generasi muda yang mengecam pendidikan perlu adanya pengetahuan tentang administrasi persekolahan dimana nantinya kita akan mengetahui permasalahan yang ada pada saat ini seperti bagaimana cara perekrutan Kepala Sekolah, guru, dan staf karyawan sekolah dan juga mengetahui system pengajaran yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan yang sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

1.2 Maksud dan Tujuan

1.2.1 Maksud

Maksud dibuatkannya makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Administrasi Persekolahan Semester 2, Jurusan Ekonomi Akuntansi dengan dosen mata kuliah Ibu Ani Setiani, M.Pd dan asisten dosen Firman Sanjaya, S.Pd di Universitas Pasundan Bandung.

1.2.2 Tujuan

Tujuan dilakukan observasi ini adalah untuk mengetahui Administrasi Persekolahan di SMA Pasndan 7 Bandung sebagai sekolah swasta di daerah Bandung. Dengan diadakannya observasi di sekolah tersebut dapat menambah wawasan bagi para penyusun pada khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya. Selain itu juga dapat mengetahui cara perekrutan guru, proses pembelajaran para siswa, hubungan sekolah dengan masyarakat dan segala sesuatu yang meliputi Administrasi Sekolah.

1.3 Metode Penulisan

Metode penulisan yang digunakan oleh penulis yaitu dengan cara observasi langsung yaitu mengunjungi sekolah SMA Pasundan 7 Bandung melalui wawancara dengan karyawan yang dipercayai oleh Kepala Sekolahyaitu staf Tata Usaha. Disamping itu penulis juga mengamati langsung keadaan sekolah dan mewawancarai siswa yang diwakili dari pihak OSIS.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Sejarah Berdirinya SMA Pasundan 7 Bandung

1.1 Latar Belakang

Berdirinya SMA Pasundan 7 Bandung tidak dapat dipisahkan dari kaitannya dengan keterbatasan daya tampung bagi SMA PAsundan 3 Bandung. Pada tahun 1981, Bapak Wahyudin, Drs (almarhum) telah menambah bangunan lokasi kelas dilantai 2 untuk menampung animo para siswa yang ingin diterima di SMA Pasundan 3 Bandung, sampai dengan tahun pelajaran 1987 / 1988 belum ada pembatasan daya tampung bagi SMA baik negeri maupun swasta, sehingga pada tahun itu SMA Pasundan 3 Bandung mempunyai 33 kelas, yang berdasarkan statistik jumlah kelas SMA di Jawa Barat pada tahun itu sudah mencapai daya tampung maksimal yaitu tipe A. kelas I sebanyak sebelas kelas, kelas II sebelas kelas, dan kelas III sebelas kelas.

Pada PMB tahun Pelajaran 1988/1989 animo masyarakat semakin besar sehingga calon siswa baru untuk kelas I yang mendaftar mencapai 22 kelas atau sekitar 1056 orang. Untuk menampung siswa sebanyak itu, Yayasan Pendidikan Dasar dan Menengah PAsundan mengeluarkan kebijakan penambahan jumlah sekolah sesuai dengan Panca Program YPDM Pasundan antara lain dengan memekarkan sekolah yang besar menjadi dua sekolah, sehingga KBM dapat berjalan dengan lancer walaupun kelas sebanyak itu dibagi-bagi.

Atas pertimbangan banyaknya ruang kelas yang tidak terpakai, maka dipihak lain mengingat kebijaksanaan pengurus YPDM Pasundan dalam upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas sekolah pasundan serta melihat peluang besar dari kanwil Depdikbud Propinsi Jawa Barat bagi pendirian sekolah swasta, maka Bapak Wahyudi, Drs pada tahun pelajaran 1987/1988 mulai merencanakan pendirian SMA 7 Pasundan Bandung yang berlokasi di pangkalan SMA Pasundan 3 Jl. Kebon Jati No. 31 Bandung.

1.2 Maksud dan Tujuan

1.2.1 Maksud

Maksud didirikannya SMA Pasundan 7 Bandung tidak dipisahkan dari Panca Program YPDM Pasundan, menggariskan bahwa kebijaksanaan pengembangan penambahan sekolah yang besar menjadi dua sekolah.

SMA Pasundan 7 Bandung lahir dari kandungan SMA Pasundan 3 Bandung yang saat itu pemekarannya lebih dari maksimum 33 kelas, dengan keterbatasan daya tampung dari SMA Pasundan 3 Bandung. Pendirian SMA Pasundan 7 Bandung dimaksudkan untuk menampung peminat yang ingin meneruskan pendidikan dari SMP ke SMA dilingkungan Pasundan.

1.2.1 Tujuan

Tujuan didirikannya SMA Pasundan 7 Bandung, yaitu ikut serta membangun bangsa melalui pendidikan agar tercapai bangsa yang beriman, taqwa, cerdas, terampil dan bertanggung jawab. Dalam menghadapi tantangan dan kemajuan IPTEK diupayakan hendaknya bangsa Indonesia menjadi manusia yang utuh, sempurna dan bahagia dunia akhirat.

1.3 Riwayat singkat Didirikan SMA Pasundan 7 Bandung

SMA Pasundan 3 Bandung pada tahun pelajaran 1987/1988 memiliki kelas lebih dari maksimum 33 kelas. Pada kondisi seperti ini kepala sekolah SMA Pasundan 3 Bandung beserta stafnya mengajukan permohonan pendirian SMA Pasundan 7 Bandung yang lokasinya tetap berada di Jl. Kebon Jati No. 31 Bandung. Sesuai dengan Panca Program YPDM Pasundan yang menggariskan kebijakan pengembangan penambahan jumlah sekolah, antara lain memekarkan sekolah yang besar menjadi dua sekolah. Dengan dasar ini diupayakan pengajuan pendirian SMA Pasundan 7 Bandung.

Para Pendiri

Ketua : H. M. O. Kardana, Drs (Kepala Sekolah Pasundan 3 Bandung)

Anggota : 1. Enoch Andasamita, BA

2. S. Gunawan, BA

3. Uhud Junaedi, BA

Usaha pendirian secara berencana dan berangsur, terus diupayakan maka pada tahun pelajaran 1988/1989 lahirlah Pasundan 7 Bandung dari kandungan SMA Pasundan 3 Bandung . Tahap awal pengelolaan SMA Pasundan 7 Bandung dirangkap oleh tenaga-tenaga pengajar yang bekerja di SMA Pasundan 3 Bandung baik yayasan, pimpinan sekolah, guru-guru dan karyawannya. Demikian pula sarana dan prasarannya seluruhnya menggunakan fasilitas yang ada di SMA Pasundan 3 Bandung.

Pada awal tahun pelajaran 1989/1990 pengurus YPDM Pasundan sudah menetapkan pejabat kepala SMA Pasundan 7 Bandung dan dilantik pada tanggal 16 September 1989. Sebagai tindak lanjut pelantikan maka pada hari Jumat tanggal 29 September 1989 diselenggarakan serah terima jabatan SMA Pasun dan 7 Bandung dari pejabat lama H. M. O. Kardana, Drs kepada pejabat baru S.Gunawan, BA.

Letak dan kondisi sekolah

Letak SMA Pasundan 7 Bandung adalah sebagai berikut :

a. Sebelah utara : Jl. Kebon Jati

b. Sebelah timur : Gedung Sekolah SMA Pasundan 3 Bandung

c. Sebelah Selatan : Jl. Dulatip

d. Sebelah Barat : Hotel Melati

Lokasinya sangat strategis karena Transportasi dilalui kendaraan umum dari berbagai jurusan kendaraan roda empat dan 100 M dari stasiun Kereta Api (St. Hall) Bandung.

Berdasarkan hasil Obserfasi lokasi SMA Pasundan 7 Bandung memenuhi sebagai tempat proses belajar mengajar sebab :

Walau terletak di pinggir jalan tetapi lingkungan tidak terlalu bising karena antara ruang belajar dan jalan dipisahkan oleh lapangan olah raga serta dijadikan lapangan upacara.

Keamanan sekolah cukup tertib

Administrasi sekolah diatur sedemikian rupa berjalan lancer dan baik

1.4 Rumusan Visi, Misi dan Tujuan Sekolah

1. Visi

Berdasarkan PP Nomor 29/90 Tujuan Pendidikan Menengah adalah :

a. Meningkatkan pengetahuan siswa untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi dan mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian.

b. Meningkatkan kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat dalam hubungan timbal balik dengan lingkungan sisoal , budaya dan alam sekitarnnya.

Mengacu kepada Peraturan Pemerintah tersebut, SMU Pasundan 7 Kota Bandung merumuskan Visinya sebagai berikut

PENGKUH AGAMANA, LUHUNG ELMUNA, JEMBER BUDAYANNYA

Penjelasan singkat sebagai indicator dari visi tersebut adalah sebagai berikut :

a. PENGKUH AGAMANA, dalam arti menjadi manusia berpendirian religius berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

b. LUHUNG ELMUNA, dalam arti menjadi manusia yang mantap dalam penguasaan IPTEK serta mampu berperan aktif dalam pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

c. JEMBAR BUDAYANA, dalam arti menjadi manusia yang mampu mengikuti perkembangan sosial budaya dengan tetap memelihara dan mengembangkan budaya dan tradisi daerah sendiri.

2. MISI

Rumusan yang menjadi Misi dari mulai sekarang sampai empat tahun mendatang sebagai berikut :

a. Membina Peserta Didik berlandaskan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa

b. Mengembangkan layanan professional dan semangat kerjasama dan keteladanan guna meningkatkan prestasi kerja dan prestasi belajar peserta didik

c. Menanamkam semangat humanistis, serta inovatif, mengantarkan peserta didik mengenal perkembangan seni budaya baik tradisi, bangsa maupun seni dan budaya antar bangsa, menumbuhkan daya juang dengan tetap berlandaskan pada nilai-nilai luhur budaya bangsa.

3. TUJUAN SEKOLAH

Bertolak dari Visi dan Misi SMA Pasundan 7 Bandung tahun pelajaran 2004/2005 mempunyai tujan sebagai berikut :

a. Kadar keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa meningkat dan berkualitas

b. Adanya peningkatan rata jumlah nilai UAN masin g-masing mata pelajaran 0,5

c. Memiliki kemapuan dan keterampilan berbahasa Inggris

d. Mampu menghasilkan lulusan yang menguasai keterampilan computer dari pengenalan Operasi Windows sampai pengoprasian internet.

e. Melengkapi sarana/prasrana pendidikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

B. STRUKTUR KEPENGURUSAN DAN JOB DESCREPTION

Sruktur SMA Pasundan 7 Bandung tidak berbeda dengan sekolah lainnya, yaitu terdiri dari kepala sekolah yang membawahi guru dan tata usaha. Sedangkan tugas sehari-harinnya kepala Sekolah dibantu dengan beberapa staf sekolah.

2.1 Susunan staf kepala sekolah

a. Kepala sekolah : Drs. Agus Setiana, M. Si

b. Wakasek Bid. Kurikulum : Drs. Rc. Sudiarto

c. Wakasek Bid. Kesiswaan : Drs. Asep M. D

d. Wakasek Bid. Sarana : Dra. Risna Sukaeni

e. Wakasek Bid. Humas : Drs. E. Satia ASTW

Dalam pergantian kepala sekolah Negeri biasanya kepala sekolah bias menjabat selama 2 periode yaitu 8 tahun sedangkan sekolah swasta khususnya SMA Pasundan 7 Bandung pergantian Kepala sekolah tergantung kepada yayasan yang bersangkutan karma periodesasi tidak berlaku.

C. SARANA DAN PRASARANA

Fasilitas yang dimiliki SMA Pasundan 7 Bandung yaitu gedung belajar milik sendiri yang dilengkapi :

- 15 ruangan kelas

Ruangan kelas di SMA Pasundan 7 Bandung berjumlah 15 ruang kelas. Sedangkan jumlah siswa 1101 ang terdiri dari :

a. Kelas 10 = 6 kelas

b. Kelas 11 = IPA = 3 kelas

IPS = 4 kelas

c. Kelas 12 = IPA = 4 kelas

IPS = 5 kelas

Dengan keadaan seperti ini maka siswa kelas 10, proses belajarnya dilaksanakan pada waktu siang hari.

- Studio / ruang komputer

SMA Pasundan 7 Bandung dilengkapi dengan fasilitas lab komputer yang berjumlah 50 unit.

- Perpustakaan

Perpustakaan sekolah SMA Pasundan 7 Bandung sebagai sumber belajar. Secara umum berfungsi untuk membantu siswa dan guru dalam melaksankan program pendidikan di sekolah guna memperluas dan mempertinggi mutu pendidikan baik individu maupun kelompok dengan cara menyediakan bahan bacaan yang brmutu dan system pelayanan yang teratur, praktis dan mudah dilaksankan oleh para petugas dan pemakai.

Untuk menunjang kegiatan belajar mengajar keberadaan perpustakaan sangat dibutuhkan. Dengan demikian pegadaan koleksi buku buku perpustakaan perlu dibina terus menerus sehingga dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin, dimana perpustakaan sekolah pasundan 7 Bandung bersifat educatif, informative dan rekreatif.

Adapun langkah kerja perpustakaan adalah sebagai berikut :

1. Pengadaan koleksi buku

a. Membeli dari berbagai penerbit dan percetakan sesuai dengan kebutuhan.

b. Menerima sumbangan dari berbagai lapisan masyarakat

2. System pelayanan yang dipergunakan di perpustkaan ini adalah pelayanan terbuka. Dalam adminstrasi peminjaman menggunakan kartu yang setiap anggota perpustakaan mempunyai kartu masing masing

3. Administrasi buku baru yang masuk ke perpustakaan melalui proses terlebih dahulu dicap, dimasukan dalam data buku induk dan diklasifikasikan menurut golongan buku.

4. System klasifikasi dalam penggolongan buku mempergunakan system klasifikasi DDC (Dewei Decimal Clasification) sesuai dengan anjuran dari departemen pendidikan dan kebudayaan.

5. Barang inventaris perpustakaan

Barang inventaris yang dimiliki pada umumnya berkondisi baik, dalam arti dapat digunakan sesuai dengan fungsinya. Barang yang dimaksud antara lain :

1) 7 rak buku

2) 3 buah kursi

3) 2 buah meja tulis

4) 4 bangku panjang

5) 1 buah mesin tik

6) 1 rak kartu perpustakaan

- Laboratorium IPA (Biologi, Fisika, Kimia)

Sekolah ini pun ditunjang dengan laboratorium IPA yag dapat digunakan oleh siswa untuk melakuakn kegiatan praktek mata pelajaran fisika, kimia dan biologi.

Disamping itu SMA Pasundan 7 Bandung memiliki sarana dan prasarana yang dapat menunjang kegiatan belajar mengajar maupun ekstrakurikuler, diantaranya :

1) Lapangan olahraga

2) Mesjid, kapasitas 600 jamaah

3) Studio band

4) Perlengkapan kesenian

5) Tempat parkir

6) Satuan pengamanan ( Satpam )

7) Tempat kegiatan OSIS

8) Tempat kegiatan ekstrakulikuler

SMA Pasundan 7 bandung telah mengalami perbaikan/renovasi pada tahun 2004. Biaya perbaikan sekolah ini berasal dari pemerintah berbentuk RKB (ruang kelas baru) dengan cara mengajukan proposal dan juga ditambah dari biaya sekolah.

D. KURIKULUM KTSP

Ditetapkannya Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan membawa implikasi terhadap sistem dan penyelenggaraan pendidikan termasuk pengembangan dan pelaksanaan kurikulum. Kebijakan pemerintah tersebut mengamanatkan kepada setiap satuan pendidikan dasar dan menengah untuk mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Pengembangan KTSP mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang merupakan kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ruang lingkup SNP meliputi standar: (1) isi, (2) proses, (3) kompetensi lulusan, (4) pendidik dan tenaga kependidikan, (5) sarana dan prasarana, (6) pengelolaan, (7) pembiayaan, dan (8) penilaian pendidikan.

Permendiknas No. 22 tahun 2006 menyatakan bahwa Standar Isi (SI) untuk satuan Pendidikan Dasar dan Menengah mencakup lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Di dalam SI dijelaskan bahwa kegiatan pembelajaran dalam KTSP meliputi tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Tatap muka adalah pertemuan formal antara pendidik dan peserta didik dalam pembelajaran di kelas. Penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh pendidik, sedangkan waktu penyelesaian kegiatan mandiri tidak terstruktur diatur sendiri oleh peserta didik. Sejalan dengan ketentuan tersebut, penilaian dalam KTSP harus dirancang untuk dapat mengukur dan memberikan informasi mengenai pencapaian kompetensi peserta didik yang diperoleh melalui kegiatan tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur.

Karena pembelajaran pada KTSP meliputi kegiatan tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur, maka penilaianpun harus dilaksanakan seperti itu. Tabel berikut menyajikan contoh penilaian yang dilakukan dalam pembelajaran melalui kegiatan tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur.

Tabel 1 Penilaian untuk kegiatan tatap muka dan penugasan

MATA

PELAJARAN

KOMPETENSI DASAR

PENILAIAN UNTUK KEGIATAN PEMBELAJARAN

TATAP MUKA

TUGAS TERSTRUKTUR

KEGIATAN MANDIRI

Fisika

Mengukur besaran fisika (massa, panjang, dan waktu)

Ulangan mengenai

Pengukuran

Praktik mengukur di laboraborium

Tugas mendata alat ukur yang sering digunakan sehari-hari

Pendidikan Agama Islam

Membaca QS Al Baqarah: 30, Al-Mukminum: 12-14, Az-Zariyat: 56 dan An-Nahl: 78

Ulangan mengenai hukum bacaan untuk surat dan ayat yang sesuai

Melafalkan QS Al Baqarah: 30, Al-Mukminum: 12-14, Az-Zariyat: 56 dan An-Nahl: 78 dengan makhraj yang benar

Membuat rang-kuman perban-dingan tiga referensi tafsir Al Quran (Ibnu Katsir, Jalalain, dan Al-Azhar) QS Al Baqarah: 30, Al-Mukminum: 12-14, Az-Zariyat: 56 dan An-Nahl: 78

Dalam KTSP terdapat 5 kelompok mata pelajaran yaitu kelompok mata pelajaran: agama dan akhlak mulia; kewarganegaraan dan kepribadian; ilmu pengetahuan dan teknologi; estetika; jasmani, olahraga, dan kesehatan.

Dalam laporan hasil belajar peserta didik, terdapat komponen pengetahuan yang umumnya merupakan representasi aspek kognitif, komponen praktik yang melibatkan aspek psikomotorik, dan komponen sikap yang berkaitan dengan kondisi afektif peserta didik terhadap mata pelajaran tertentu. Tabel berikut menyajikan berbagai aspek yang dinilai untuk lima kelompok mata pelajaran (sesuai PP no. 19 tahun 2005 pasal 64).

Tabel 2 Aspek yang dinilai dalam berbagai mata pelajaran

No

Kelompok mata pelajaran

Contoh Mata pelajaran

Aspek yang dinilai

1

Agama dan akhlak mulia

Pendidikan Agama

Pengetahuan dan sikap

2

Kewarganegaraan dan kepribadian

Pendidikan Kewarganegaraan

Pengetahuan dan sikap

3

Ilmu Pengetahuan dan

Matematika

Pengetahuan dan sikap

Tenologi

Fisika, Kimia, Biologi

Pengetahuan, praktik, dan sikap

Ekonomi, Sejarah, Geografi, Sosiologi, Antropologi

Pengetahuan dan sikap

Bhs Indonesia, bhs Inggris, bhs Asing lain

Pengetahuan, praktik, dan sikap

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Pengetahuan, praktik, dan sikap

4

Estetika

Seni Budaya

Praktik dan sikap

5

Jasmani, olahraga, dan kesehatan

Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan

Pengetahuan, praktik, dan sikap

Setiap teknik penilaian harus dibuatkan instrumen penilaian yang sesuai. Tabel berikut menyajikan klasifikasi penilaian dan bentuk instrumen.

Tabel 5. Klasifikasi Teknik Penilaian dan Bentuk Instrumen

Teknik Penilaian

Bentuk Instrumen

Tes tertulis

Tes pilihan: pilihan ganda, benar-salah, menjodohkan dll.

Tes isian: isian singkat dan uraian

Tes lisan

Daftar pertanyaan

Tes praktik (tes kinerja)

Tes identifikasi

Tes simulasi

Tes uji petik kinerja

Penugasan individual atau kelompok

Pekerjaan rumah

Projek

Penilaian portofolio

Lembar penilaian portofolio

Jurnal

Buku cacatan jurnal

Penilaian diri

Kuesioner/lembar penilaian diri

Penilaian antarteman

Lembar penilaian antarteman

Instrumen tes berupa perangkat tes yang berisi soal-soal, instrumen observasi berupa lembar pengamatan, instrumen penugasan berupa lembar tugas projek atau produk, instrumen portofolio berupa lembar penilaian portofolio, instrumen inventori dapat berupa skala Thurston, skala Likert atau skala Semantik, instrumen penilaian diri dapat berupa kuesioner atau lembar penilaian diri, dan instrumen penilaian antarteman berupa lembar penilaian antarteman. Setiap instrumen harus dilengkapi dengan pedoman penskoran.

E. ADMINISTRASI GURU

SMA Pasundan 7 Bandung memiliki 76 pengajar dimana jumlah pengajar tersebut melebihi kebutuhan sekolah hal ini disebabkan oleh banyak guru yang berasal dari titipan orang-orang dalam untuk dipekerjakan.

Cara perekrutan/penerimaan guru dilaksanakan dengan cara sebagai berikut :

1. Dilihat berasal dari lulusan mana, minimal memiliki ijazah S.Pd

2. Penyeleksian dari bidang kurikulum dan kepala sekolah

Untuk meningkatkan kualitas siswa-siswinya para guru di SMA Pasundan 7 Bandung selalu membuat rencana pembelajaran yaitu berbentuk Silabus. Silabus yaitu rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup setandar kompentensi, kompentensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indicator, pencapaian, kompentensi untuk penilaian, penilaiaan, alokasi waktu, dan sumber belajar. Disekolah ini baik ada masalah atau tidak selalu mengadakan agenda rutin biasannya selalu mengadakan rapat satu minggu sekali atau sebulan sekali disesuaikan dengan kebutuhan. Biasanya rapat selalau diadakan oleh kepala sekolah untuk membahas tentang keuangan, pembelajaran dll.

F. ADMINISTRASI SISWA

SMA Pasundan 7 Bandung termasuk sekolah yang cukup banyak. Hal ini terlihat pada tahun ajaran 2006/2007 dengan jumlah siswa 1101 dengan rincian sebagai berikut :

Kelas X = 351 orang

Kelas XI IPA = 174 orang

Kelas XI IPS = 235 orang

Kelas XII IPA = 124 orang

Kelas XII IPS = 199 orang

Jumlah total murid kelas X,XII,XII adalah 1101 orang.

1. Kegiatan pengembangan pengetahuan dan kemampuan penalaran

Siswa siswi SMA Pasundan 7 Bandung dalam proses belajar mengajar selalu mengadakan diskusi sebagai salah satu kegiatan yang dilakukan oleh para siswa untuk menambah wawasan dan pengetahuan yang lebih.

Pihak sekolah selalu mengadakan karyawisata yang diselenggarakan setiap tahunnya, ke tempat tempat yang mempunyai sejarah dan tempat rekreasi biasanya u ntuk siswa siswi kelas X karya wiasata ke daerah Jakarta (Dunia Fantasi) sedangkan kelas XI dan kelas XII ke Yogyakarta. Karya wisata disini dapat meningkatkan pengalaman dan pengetahuan tentang sesuatu yang tidak dapat dipelajari di sekolah dan dapat terjun langsung ke lapangan dengan melihat sejarah sejarah atau sesuatu yang bermanfaat.

2. Kegiatan pengembangan keterampilan

Kegiatan pengembangan keterampilan siswa yang ada di SMA Pasundan 7 Bandung atau kegiatan organisasi (Ekstrakulikuler) berjumlah 19 kegiatan, yaitu diantarany :

Kerohanian

Pramuka

Paskibra

Computer

Bela diri silat

Modern dance

Volley ball

Basket ball

Vocal group

Majalah dinding

PMR & PKS

English club

Kelompok ilmiah remaja

Seni tari

Seni karawitan

Pecinta alam

Teater

Sepak bola / futsal

Ekstrakulikuler yang ada di SMA Pasundan 7 Bandung ini cukup memperoleh perhatian dari para siswanya terlihat dari animo / peminat yang mengikuti organisasi tersebut. Dari sinilah bakat bakat siswa siswi bermunculan di buktikan dengan banyaknya prestasi / penghargaan yang diperoleh dari hasil perlombaan yang dilakukan di dalam sekolah maupun di luar sekolah.

Dengan banyaknya organisasi yang ada di SMA Pasundan 7 Bandung ini dapat memudahkan untuk para siswanya megeluarkan bakat bakat mereka karena didalam organisasi ini siswa siswi bias asah kemampuan dan ketermpilan dengan bidang bidang tertentu.

Kegiatan organisasi / ekstrakulikuler di sekolah ini di lakukan setiap hari sabtu jadi proses belajar mengajar yang efektif berjalan dari hari senin sampai dengan jumat.

3. Kegiatan pengembangan sikap

Siswa siswi di SMA Pasundan 7 Bandung selalu mengembangkan sikap jiwa social mereka dengan mengadakan bakti social, seperti mengumpulkan dana apabila teman mengalami musibah selain itu siswa mengadakan pemberian tajil pada saat bulan suci Ramadhan kepada anak anak jalanan dan yang paling terbaru siswa siswi mengadakan bakti social ke daerah cicaheum untuk membantu orang orang yang tidak mampu.

Selain dari pada bakti social siswa siswi di sekolah ini selalu mengikuti acara acara keagamaan dan perayaan hari besar nasional yang diadakan pihak sekolah.

G. TATA USAHA (TU)

Karyawan TU di SMA Pasundan 7 Bandung secara keseluruhan berjumlah 17 orang. Proses kearsipan yang dilakukan oleh TU disimpan di lemari diantaranya surat masuk, surat keluar, Buku induk dan dokumen-dokumen penting lainnya disimpan di Komputer, juga di Copy di kaset CD ataupun Plash disk dan semacamnnya. TU SMA Pasundan 7 Bandung dalam segi keuanggannya bekerja sama dengan bank. Disamping itu diruangan Kepala Sekolah juga mempunyai sebuah berangkas yang sifatnya rahasia untuk menyimpan uang jumlahnnya tidak terlalu besar, dengan maksud untuk biaya-biaya /kebutuhan yang tidak terduga.

Nominal SPP yang wajib dikeluarkan oleh siswa-siswi SMA Pasundan 7 Bandung untuk kelas X dan kelas XI sebesar Rp.125.000,- dan untuk kelas sebesar Rp.90.000,-. Untuk tahun Pelajaran 2007/2008 SMA Pasundan 7 belum mengalami kenaikan SPP, disebabkan disebabkan dalam administrasinya pembayaran siswa-siswinya kurang lancar/tidak berjalan dengan baik dan benar. Dengan bukti siswa-siswi disekolah ini banyak memiliki tunggakan yang cukup besar. Tidak hanya kelas X dan kelas XI, kelas XII juga masih mempunyai tnggakan yang harus dibayar.

H. MITRA SEKOLAH

Kerjasama yang dilakukan pihak sekolah SMA Pasundan 7 Bandung adalah sesuatu yang penting untuk meningkatkan tali silaturahmi baik pihak intern maupun pihak ekstern sekolah karena dengan berjalannya kerjasama akan memudahkan sekolah menjalani tugas yang ada sesuai dengan tujuan.

- Pihak intern sekolah

Kerjasama dengan pihak intern sekolah meliputi kerjasama yang dilakukan dengan lingkungan yang ada di dalam sekolah sebagai contoh komunikasi anatara kepala sekolah dengan guru, siswa, dan staf karyawan berjalan dengan baik.

Selain itu dalam komunikasi dengan siswa, pihka sekolah mempunyai cara cara tertentu apabila ada permasalahan yang dialami sekolah misalnya dalam hal kehadiran, keuangan dan lain lain. Pemecahannya dengan cara memberikan surat undangan yang diberikan pihak sekolah kepada siswa untuk diberikan kepada orang tuanya apabila tidak ada respon dilakukan hingga 3 kali. Jika dalam 3 kali itu tidak ada juga ada respon dari orang tuanya maka siswa / siswi yang mengalami masalah itu harus membuat pernyataan mengundurkan diri.

- Pihak Ekstern sekolah

Kerjasama denagan pihak ekstern sekolah meliputi kerjasama yang dilakukan sekolah yang menjalin hubungan dengan orang tua siswa, masyarakat dilingkungan sekitar dan lain sebagainya yang berada di luar sekolah.

Sekolah dengan para orang tua selalu menjalani komunikasi biasanya melalui para wali kelas yang membicarakan tentang perkembangan anak atau keikursertaan para orang tua dalam pengambilan rapor pada saat kenaikan kelas.

Selain dengan para orang tua murid sekolah juga melakukan kerjasama yang baik dengan masyarakat sekitar sebagai contoh masyarakat sekitar diperbolehkan menggunakan lapangan olah raga sebagai sarana permainan bagi anak-anak sekitar yang digunakan pada saat proses belajar mengajar sudah selesai.

Sehubungan SMA Pasundan 7 Bandung letak sekolahnya berdekatan dengan RS Santosa maka sekolah berhubungan dengan baik dengan bukti bahwa pihak RS Santosa memberikan bantuan berupa beasiswa kepada siswa-siswi SMA Pasundan 7 Bandung. Bantuan ini diberikan kepada 20 orang siswa yang kurang mampu sebesar harga SPP yaitu Rp. 90.000.

Pada tahun 2001 para alumni SMA Pasundan Bandung meresmikan suatu ikatan Silaturahmi Pasundan Tujuh yang biasa disebut SILAPATU. Dengan adanya ikatan Alumni ini bisa meningkatkan silaturahmi para alumni baik dengan alumninya ataupun dengan para guru-guru.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

SMA Pasundan 7 Bandung merupakan suatu lembaga Pendidikan Tingkat SMA yang menyandang status TERAKREDITASI A yang mempunyai derajat setara dengan SMA Negeri

Dapat diambil kesimpulan bahwa :

1. SMA Pasundan 7 Bandung lahir dari kandungan SMA Pasundan 3 Bandung

2. Struktur kepengurusan di SMA Pasundan 7 Bandung terdiri dari Kepala Sekolah yang membawahi guru dan tata usaha

3. Sarana dan prasarana yang ada disekolah ini cukup baik dan memadai untuk layak dipakai

4. Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum KTSP yang telah di tentukan oleh pemerintah

5. Administrasi Guru yang ada di SMA Pasundan 7 Bandung sudah sangat baik. Jumlah guru di sekolah tersebut melebihi dengan kebutuhan yang ada

6. Administrasi siswa di SMA Pasundan 7 Bandung berkembang dengan baik dan sudah sesuai dengan aturan aturan

7. Tata usaha di SMA Pasundan 7 Bandung memiliki karyawan 17 orang dari segi system penyimpanan data mengunakan cara manual / disimpan di lemari dan juga menggunkan cara komputerisasi

8. Hubungan sekolah dengan mitra sekolah berjalan dengan baik dibuktikan dengan adanya hubungan kerjasama dengan masyarakat sekitar dan RS Sentosa sebagai donator

3.2 Saran

Untuk memajukan sekolah SMA Pasundan 7 Bandung, penuis menyarankan kepada pihak sekolah dan ditambah penghijauan di sekitar halaman sekolah untuk memberikan kenyamanan siswa siswi dalam belajar.

Selebihnya SMA Pasundan 7 Bandung sudah lebih baik karena SMA Pasundan 7 Bandung merupakan sekolah percontohan yang telah terakreditasi A.


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

Leave a Reply


Search
Categories
Archives